Dec 17 - Dec 30, 2004  
Back To Homepage
       http://www.beatmag.com
INDEX .: Highlights This Week .: Live Performance .: Jakarta Section
Quick Menu
 
INDEX
BALI SECTION

.: Editorial
.: Center Page
.: Fashion

 
BALI LISTING
.: Beat Restaurant
.: Food Guide
.: Bar Club
.: Bali Shop
.: Live Performance
 
JAKARTA SECTION
.: Editorial
.: Fun Pictures
.: What's On Jakarta
.: Stories / Features
 
JAKARTA LISTING
.: Food Guide
.: Bar & Disco Club
 
.: ARCHIVE
 
.::. Feed Back .::.

Welcome to..
BEAT MAGAZINE
Best view with IE 5
800X600,1024X768
24 bit truecolor
and set text size
as medium.
 
Back To Top

YOGYAKARTA

Minggu ini lumayan sibuk untuk saya pribadi. Karena saya harus ke luar kota beberapa kali juga untuk meliput soundrenaline di Malang. Dan kebetulan sekali di jogja juga sedang banyak event. Ada sebuah eveny yang menurut saya layak untuk ditunggu, karena Pure saturday akan datang ke Jogja dan melakukan performance. Saya merupaka salah satu fans mereka, sudah lama saya tidak melihat mereka “manggung”. Pastinya bukan hanya saya yang menantikan mereka.

Jogja diguyur hujan beberapa hari. Sangat deras sekali, bahkan beberapa sudut kota terlihat cukup tinggi genangan airnya. Terkadang, hujan membuat kita malas beraktivitas. Tapi geliat nadi kehidupan jogja tak terhenti karena hujan...mari tetap bersemangat untuk berkarya dan menikmati hujan!!


Regular Event 17 December - 30 December 2005

13 Desember

Bunker Cafe - Bugil Abiss

Event yang disponsori Djarum Super bekerjasama dengan Bunker Cafe, menampilkan Shaggydog dan BrownSugar. Dimulai jam 7malam dan yang terpenting
free of charge.

13 - 17 Desember

Benteng Vrederburg - Festival Film Dokumenter

Sebuah acara yang cukup prestisius untuk kalangan pecinta dan pembuat film.
Selain diadakan perlombaan, juga akan dilakukan workshop, pemutaran dan diskusi tentang Film Dokumenter dengan salah satu narasumber adalah Garin
Nugroho, salah satu sutradara film Indonesia yang berhasil memenangkan penghargaan dari Fetival Film tingkat Internasional.

16 Desember

Balai Shinta - Festival Learning is Freedom

Expressi kesenian rakyat dari beragam komunitas yang ada di Yogyakarta.
Beberapa yang akan tampil adalah Komunitas nitiprayan,Anak Wayang Indonesia, Musik Jalanan Taabah dan Kominitas Lesung Pacitan.

Special Events 17 December - 30 December 2005


14 desember

Purna Budaya - Ketoprak Guueeer “Rahwana Must Die”

Sebuah pagelaran seni yang menggabungkan seni tradisional dan entertainment.
Komposisi yang sangat menarik untuk ditonton. Menampilkan Sastro Moeni ( sebuah band yang dikenal dengan plesetan/humor), Anag Batas ( pelawak dan pemilik Java Cafe & Abad Entertainment),Gepang Kesana Kesini (MC), Yu Beruk dan Den Baguse Ngarso. Hanya perlu Rp 10.000 untuk bisa tertawa.

9 Desember

Insomnia Lounge - DJ Gathering

DJ Gathering ini diselenggrakan oleh Flatliners Management dengan penampilan
dari DJ Adi n DJ Andreij.10pm on wards dengan htm Rp 35.000

17 December
Hugo’s Cafe - PartyXone with DJ CREAM
DJ Cream, is one of the pioneer of Indonesia’s club hip Hop and RnB existence. Don’t missed yaa.. 
18 December
The Club Concert Cafe - Romantic nite with Andien feat. Jogja Jazz Club
The concert has been pending for a while, but Andien promise she will came on December 18.Andien, a young women singer from Jakarta, will have a solo performance at The Club Jogja. She has 2 album with Elfa Secoria, with jazz background, but the second one has a little bit R&B style. Don’t missed it!!

 

Friday I’m in Love with Pure Saturday featuring Bangkutaman

13 production kali ini memberikan kejutan pada publik jogja, dengan menghadirkan Pure saturday, sbuah grup dari bandung yang sangat di tunggu-tunggu kedatangannya. Karena sudah hampir 4 tahun mereka tidak melakukan promo tur ataupun melakukan pementasan di jogjakarta.

Jumat malam, 10 desember,Java Cafe terasa sangat pengap, sekitar 400 orang datang untuk menyaksikan kehebatan Pure Saturday. sebelumnya tampil beberapa band indie dari Jogja seperti Gelas Plastic, Angelic dan bangkutaman. Hadir juga Tustel dari Salatiga turut memeriahkan acara.

Sempat mengalami trouble dalam teknis soundsystem, namun kelihatannya para penonton tidak mempedulikannya. Mereka tetap saja enjoy dengan keadaan yang ada.


 
Launching SEMILIR
Looking For the Zephir”

Semilir, merupakan sebuah film independent yang diproduksi oleh Nyalasinema. Beberapa minggu terakhir, film ini banyak menjadi perhatian publik jogja. Beberapa media bahkan melakukan review khusus untuk film ini ( Kompas, Kedaulatan Rakyat-red).Kamis 2 Desember lalu Nyalasinema melakukan launching untuk film Semilir di Java Cafe&Resto. Mengesankan sekali, meski di tengah hujan hampir 400 orang datang untuk menyaksikan peluncuran perdana film ini.
Terlihat beberapa sineas muda, Fajar Nugroho (Sangat Laki-laki Film), Giras, Yosep Anggi alias Cecep dan teman-teman dari Rumah Kita Film hadir disana.
 
Diawali dengan sedikit cerita dari Silmi Rosda tentang film ini, Semilir-pun diputar. Film berdurasi 16 menit ini berkisah tentang seorang gadis bernama Semilir (Martina Elvasari) yang memiliki kepribadian ganda, yang berusaha mencari jati dirinya. Dalam proses pencariannya, Semilir banyak dibantu oleh Bayu (Teguh), seorang pelukis muda yang mencoba memahami kegundahan jiwa Semilir. Film ini ditutup dengan sebuah puisi diiringi komposisi musik yang di bawakan oleh Elok (Pagihari).
 
Malam itu ada sebuah kejutan. Seusai pemutaran film, Pagihari melakukan performace berkolaburasi dengan Sari (pemeran Semilir) yang membacakan puisi berjudul Damaikan Jiwaku. Pagihari juga mebawakan 2 lagu yang menjadi soundtrack film Semilir, yaitu “Damaikan Jiwaku dan Lara” dan beberapa lagu dari mereka sendiri.
 
Acara dilanjutkan dengan diskusi bersama seluruh pendukung film. Beberapa pertanyaan yang terlontar dengan antusias seakan mewakili keingintahuan penonton. Film ini memang sangat minim dialog dan menonjolkan bahasa simbol. Sekitar pukul 10malam, acara ini pun usai. Congratulation untuk Silmi dan Nyalasinema.




Copy Right The Beat. Magazine 2002
Center PageJakarta Fun PicsFashionFood